Belakangan ini mulai ramai dibahas fitur baru untuk pengisian baterai ponsel tanpa harus mencolokkan kabel, atau yang disebut dengan wireless charging. Kebayang kan betapa asyiknya kita bisa bebas dari kabel yang merepotkan itu?
Tapi istilah wireless disini jangan dibayangkan seperti sinyal Wifi atau Bluetooth yang memungkinkan pertukaran data antar perangkat. Wireless charging pada prinsipnya hanyalah memindahkan energi listrik dari suatu sumber ke baterai ponsel (atau perangkat lain semisal tablet) dengan memanfaatkan prinsip elektromagnetik.
Prinsip induksi magnetik memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lain tanpa perlu bantuan kabel. Diperlukan komponen elektronik berbentuk kumparan (koil) untuk menciptakan medan magnet yang menjadi energi untuk mengisi baterai. Prinsip inilah yang kemudian dipakai sebagai teknologi wireless charging di ponsel.
Syaratnya si ponsel sudah harus mendukung teknologi ini, dan juga perlu ada pembangkit medan magnetnya (bisa berbentuk alas yang dihubungkan ke listrik) lalu kita cukup menaruh ponsel diatasnya hingga energinya bisa berpindah. Jadi selama proses pengisian baterai, ponsel tetap harus berada dekat dengan alasnya.
Menarik memang, meski belum bisa dibilang canggih. Karena teknik induksi listrik adalah penemuan lawas, tidak populer di masa lalu karena efisiensinya yang rendah (sehingga banyak energi terbuang) dan biaya produksinya yang mahal.
Kini saat kebutuhan pengisian baterai ponsel terasa sangat penting, maka upaya memudahkan mengisi baterai jadi mengemuka. Kenyataannya teknologi ini tidak sepenuhnya wireless karena untuk mengisi baterai, si alasnya masih harus terhubung ke jaringan listrik memakai kabel
No comments:
Post a Comment