WiffiPower Plate/Stand

Seiring kemajuan bidang teknologi, tren dalam proses pengisian daya pun ikut terbaharui.  Wireless charger turut hadir sebagai salah satu dari banyak fitur 'apik' yang muncul pada perangkat gadget terbaru. Sebut saja smartphone -Google Nexus 4, Google Nexus 5, Google Nexus 7, HTC gx, HTC Droid DNA, BlackBerry Z30, LG G2, LG Optimus F5, Motorola Droid Maxx, Motorola Droid Mini, Philips X723, Nokia Lumia 920 dan Nokia Lumia 1520-, Bluetooth speaker -Sony BSP10- dan lainnya yang telah menggunakan standar. 


Wireless charger segera menarik perhatian, karena memungkinkan Anda untuk mengisi daya perangkat gadget secara langsung, tanpa menggunakan kabel. Anda cukup meletakkan gadget di atas permukaannya dan baterai pun akan terisi otomatis. Namun, tentu saja, wireless charger sendiri baru dapat difungsikan setelah dicolokkan ke electronic outlet/ stop kontak.  


Charger ini menggunakan induksi magnetik untuk mengisi daya. Singkatnya, seperti yang dilansir dari indoenergi.com, wireless charger menggunakan magnet untuk mengirimkan energi. Arus yang berasal dari stop kontak dinding bergerak melalui kawat didalamnya, menciptakan medan magnet. 


Medan magnet menciptakan arus listrik di dalam kumparan atau salah satu bagian dari komponen kelistrikan yang memiliki peran penting pada perangkat elektronik. Kumparan ini terhubung ke baterai dan mengirimkan arus listrik untuk mengisi baterai.  

Cara kerja Wireless Charger


Fakta bahwa lebih dari 200.000 orang telah men-download salah satu dari berbagai aplikasi "getaran untuk mengisi (shake to charge)", yang sekarang telah tersedia di Google Play, menunjukkan kesediaan kita untuk menunda segala bentuk penalaran praktis dalam mengejar mimpi bagi pengisian nirkabel. 



Sebuah penyelidikan yang cepat pada kode sumber akan mengungkapkan aplikasi ini melakukan sedikit lebih banyak pada hubungan interupsi sinyal pada accelerometer untuk sebuah progress bar yang menunjukkan perkiraan muatan baterai.

Sebuah accelerometer piezoelektrik dapat menghasilkan tegangan kecil sekunder untuk deformasi yang disebabkan oleh gerakan cepat yang diterapkan padanya, namun apabila kita mencoba untuk menggunakan sinyal millivolt untuk melakukan pengisian baterai, maka tidak akan praktis. Dengan kata lain, menggoyangkan smartphone Anda tidak akan melakukan apa-apa, kecuali hanya akan membuat lengan Anda lelah.

Selama proses konversi pada setiap energi akan ada kerugian pada saat perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Besarnya kerugian tersebut adalah hal yang menentukan kepraktisan dari setiap jenis pengisian dengan cara nirkabel. 

Magnetik atau pengisian induktif, khususnya telah digunakan secara efektif selama beberapa waktu untuk menghasilkan daya pada berbagai jenis implan biomedis.


Untuk saat ini, itu adalah metode yang paling aman dan paling abadi untuk melakukan tugas mentransfer listrik ke dalam tubuh. Pada sistem ini, osilasi arus dalam kumparan kawat eksternal menghasilkan perubahan medan magnet yang menginduksi tegangan dalam sebuah kumparan implan. Resultan arus dari tegangan ini dapat mengisi baterai atau daya perangkat secara langsung.

Charger Wireless untuk Smartphone Dapat Dimanfaatkan dari Router Wifi

Dijaman yang serba teknologi ini, mengisi daya ponsel smartphone sudah tak hanya dengan mengandalkan daya listrik saja. Seiring berkembangnya zaman orang sudah tak di asingkan lagi dengan mengisi dan menambah daya ponsel smartphone menggunakan charger wireless.


Banyak keuntungan yang di dapat dari mengisi daya via wireless ini, salah satunya kita tak lagi membutuhkan listrik apabila ingin mencharger hp karena hal itu dapat dengan mudah dilakukan dengan memanfaatkan wireless.


Yang lebih menarik lagi saat ini adalah ternyata router WiFi yang biasanya di gunakan sebagai penghubung perangkat elektronik misalnya laptop dan ponsel untuk menghubungkan ke internet, saat inipun juga dapat di manfaatkan utnuk mengisi daya baterei samrtphone Anda. Hal ini di dapat dari hasil penelitian yang dilakukan dari universitas Washington, penelitinya menjelaskan apabila router WiFi dapat dimanfaatkan untuk mengisi baterei smartphone secara wireless.


Kemampuan untuk mengisi baterai smartphone secara wireless ini efektif hingga jarak maksimal 8,5 meter. Dan tentu saja, meski memperoleh tambahan kapabilitas untuk mengisi baterai, router WiFi juga masih terhubung dengan internet. Cukup ringkas bukan? Untuk saat ini, teknologi tersebut memang belum sempurna dan belum bisa dijumpai di kalangan pengguna umum.


Untuk dapat menjadikan router WiFi dapat dimanfaatkan sebagai charger, kita membutuhkan sebuah sensot yang dapat mengubah power RF yang dikirimkan router untuk menjadikan tenaga listrik DC kemudian bisa digunakan untuk mengisi batre.

Asyiknya dengan WiffiPower --

Belakangan ini mulai ramai dibahas fitur baru untuk pengisian baterai ponsel tanpa harus mencolokkan kabel, atau yang disebut dengan wireless charging. Kebayang kan betapa asyiknya kita bisa bebas dari kabel yang merepotkan itu? 

Tapi istilah wireless disini jangan dibayangkan seperti sinyal Wifi atau Bluetooth yang memungkinkan pertukaran data antar perangkat. Wireless charging pada prinsipnya hanyalah memindahkan energi listrik dari suatu sumber ke baterai ponsel (atau perangkat lain semisal tablet) dengan memanfaatkan prinsip elektromagnetik.

Prinsip induksi magnetik memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lain tanpa perlu bantuan kabel. Diperlukan komponen elektronik berbentuk kumparan (koil) untuk menciptakan medan magnet yang menjadi energi untuk mengisi baterai. Prinsip inilah yang kemudian dipakai sebagai teknologi wireless charging di ponsel. 

Syaratnya si ponsel sudah harus mendukung teknologi ini, dan juga perlu ada pembangkit medan magnetnya (bisa berbentuk alas yang dihubungkan ke listrik) lalu kita cukup menaruh ponsel diatasnya hingga energinya bisa berpindah. Jadi selama proses pengisian baterai, ponsel tetap harus berada dekat dengan alasnya.

Menarik memang, meski belum bisa dibilang canggih. Karena teknik induksi listrik adalah penemuan lawas, tidak populer di masa lalu karena efisiensinya yang rendah (sehingga banyak energi terbuang) dan biaya produksinya yang mahal. 

Kini saat kebutuhan pengisian baterai ponsel terasa sangat penting, maka upaya memudahkan mengisi baterai jadi mengemuka. Kenyataannya teknologi ini tidak sepenuhnya wireless karena untuk mengisi baterai, si alasnya masih harus terhubung ke jaringan listrik memakai kabel

Tentang WiffiPower (continue)

Teknologi charger juga semakin berkembang seiring dengan banyaknya pengguna ponsel baik itu di tanah air maupun di luar negeri. Teknologi charger paling mutakhir kali ini adalah dengan teknologi Wifi. Sebuah teknologi yang menurut Saya sih tidak masuk akal.

Pasalnya, baterai Anda tidak terhubung secara langsung dengan listrik namun hanya menggunakan media penghantar Wifi. Dan seperti yang kita ketahui bahwa Wifi ini adalah jaringan tanpa kabel penghubung. Dan, bagaiman listrik dapat terhantar tanpa melalui sebuah kabel?

Itulah kecanggihan teknologi yang sampai saat ini belum dapat Saya jelaskan. Namun, teknologi ini benar – benar ada dan sudah banyak juga yang memakainya. Tapi, para pengguna teknologi biasanya dibundle dengan pembelian smartphonenya, dan itu pun hanya beberapa smartphone tertentu saja yang dapat menggunakan teknologi ini.

Tapi, jika Anda memang berniat untuk menggunakan teknologi yang tidak masuk akal ini, berikut cara mengubah fungsi charger Anda ke Wifi. Trik ini dapat berfungsi untuk semua smartphone yang telah memiliki fitur wifi. Teknologi ini dikembangkan oleh produsen aksesoris handphone. Harga dari produk ini pun terbilang cukup murah dibanding Anda membeli sebuah smartphone baru dengan menggunakan teknologi ini secara default.

Pengecasan Tradisional dan Tanpa Kabel

Pengecasan (charge) Tradisional

  Permasalahan :

  1. Alat cas (charge) berbeda per-portabel
  2. Mencari dan menghubungkan alat cas(charge)
  3. Menggunakan kabel yang panjang
  4. Teknologi Baterei yang berlari lebih cepat oleh menggerakkan permintaan
  5. Konektor tak dapat dipercaya, dan terbatas
  6. Membawa alat cas (charge) berbeda ketika bepergian

Pengecasan (charge) Tanpa Kabel
  
   Manfaat : 

  1. Satu alat cas (charge) untuk portable yang berbeda
  2. Kenyamanan- memindahkan kabel yang terakhir 
  3. Dasar cas(charger) yang modis (gaya) berbeda-beda
  4. Kemudahan dalam pengecasan (charging)
  5. Halus, rapi, dan tahan air 
  6. Masa depan alat cas (charger)

Tentang WiffiPower

Wi-Fi untuk diberikan (selama Anda memiliki password). Tapi bagaimana kalau itu lebih dari memfasilitasi kebiasaan Pinterest Anda? Bagaimana jika bukan hanya menghubungkan perangkat Anda ke Internet, itu dikenakan mereka juga, tidak ada kabel yang dibutuhkan?

Itulah janji penelitian baru dari tim di University of Washington, yang telah mengembangkan apa itu memanggil "kekuatan melalui Wi-Fi" sistem yang dapat mengisi ulang baterai melalui udara, dari sampai dengan 28 kaki.

Sistem ini terdiri dari dua komponen; jalur akses (router), dan sensor yang dibangun. "Tujuan dari sensor adalah untuk panen RF (frekuensi radio) listrik dan mengubahnya menjadi listrik DC," jelas Vamsi Talla, seorang peneliti pada proyek. 

Bagian kedua, jalur akses, ada kita benar-benar mengembangkan solusi kustom di atasnya, hanya modifikasi perangkat lunak yang akan memungkinkan jalur akses untuk bertindak baik sebagai sumber pengiriman daya yang baik dan, secara bersamaan, juga sebagai baik Wi-Fi router . Dengan kata lain, itu mencapai kekuasaan melalui Wi-Fi dengan cara yang baik bekerja dengan hardware yang sudah ada, dan tidak mengganggu koneksi Internet Anda sedikit pun.

Mereka adalah dua perbedaan penting. Sebagai catatan Popular Science, Energous sudah menjual perangkat yang mentransmisikan daya melalui udara melalui sinyal RF. Hal ini membutuhkan sama sekali baru, hardware khusus, meskipun, dan kehilangan aspek Wi-Fi. UW penelitian, sementara itu, dapat hidup berdampingan dengan tradisional Wi-Fi router, mendorong data dan energi secara bersamaan. Atau, lebih akurat, efisien memanfaatkan energi yang router Anda sudah menempatkan keluar.

WiffiPower pada laptop

Adapun dapat kita ambil cara kerjanya dari system wireless power pada laptop :
  • Gerakkan dari induk ke antena, yang mana adalah terbuat dari Antena tembaga diresonansikan pada suatu frekwensi 6.4MHz, yang memancarkan gelombang elektromagnetis
  • Ekor dari antena ' terowongan' atas ke 5m ( 16.4ft)
  • Listrik yang diambil oleh antena laptop,yang harus juga diresonansikan pada 6.4MHz. Energi dulu re-charge alat
  • Energi yang tidak ditransfer ke laptop yang dilakukan oleh sumber antena. Objek yang lain tidak mempengaruhi ketika resonansi pada 6.4MHz.

Kelebihan dan Kekurangan Wireless Charger

Selain memiliki keunggulan dapat mengisi ulang baterai secara nirkabel metode wireless charging ini secara umum memiliki kelebihan sebagai berikut  :

  1. Lebih praktis karena cukup 1 wireless charger dapat mengisi ulang beberapa alat secara bersamaan
  2. Pemakainya lebih mudah , ringkas dan lebih rapi

Walaupun demikian ,system ini masih memiliki beberapa kekurangan , antara lain :

  1. Efisiensi cukup rendah sehingga menghasilkan panas pada peralatan elektronika
  2. Waktu pengisian ulang sedikit lebih lama dibandingkan dengan mengunakan kabel
  3. Tidak dapat bergerak secara bebas ketika sedang proses pengisian ulang , hal ini berbeda dengan pengisian ulang menggunakan kabel ,dll

Pengembangan system ini terus diupayakan , sehingga diharapkan kekurangan system ini dapat diatasi.

Punya Banyak Kegunaan

Selain untuk internetan, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk berbagai kegunaan, seperti mensinkronisasikannya dengan smartphone, kamera digital, televisi, dan perangkat lainnya yang memiliki Wi-Fi terintergrasi.

Sebagai contoh, bisa menjadikan smartphone sebagai remote control televisi, menstranfer foto dari kamera digital ke smartphone, streaming film dari smartphone ke televisi, streaming audio dari smartphone ke speaker, streaming game dari konsol portabel ke layar yang lebih besar, mencetak foto atau file dokumen dari smartphone ke printer, berguna sebagai router nirkabel, dan lain sebagainya.

Menariknya, interkoneksi Wi-Fi pun dapat digunakan untuk sistem keamanan. Misalnya melalui aplikasi tracking 'Find My Phone', Anda bisa melacak perangkat iOS Anda yang hilang menggunakan sinyal Wi-Fi.

Wi-Fi Dorong Menjamurnya Hotspot


Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak bisa bekerja di jaringan Wireless Local Area Network (WLAN), tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical).

Teknologi internet berbasis Wi-Fi sendiri dikembangkan oleh sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bernaung di Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) pada tahun 1997, berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. 

Sementara perangkat berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan perangkat WMAN atau Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wi-Max).

Meningkatnya kuantitas pengguna internet berbasis Wi-Fi, mendorong Internet Service Providers (ISP) berlomba-lomba membangun jaringan internet nirkabel (hotspot) di kota-kota besar dunia, termasuk Indonesia. Bahkan hotspot kini sudah bisa di manfaatkan di dalam pesawat dan di bawah laut.  

WiffiPower sangat menguntungkan

  Teknologi isi ulang baterai tanpa kabel alias wireless charging memang sangat memudahkan pengguna ketika ingin mengisi ulang baterai smartphone miliknya- tidak direpotkan dengan lilitan kabel dan tak perlu lagi mencolok soket ke stop kontak.

   Bluetooth sejatinya sudah menyajikan interkoneksi nirkabel yang hampir mendekati kesempurnaan. Masih ada jenis interkoneksi nirkabel lainnya yang lebih stabil, yaitu WirelessFidelity (Wi-Fi).

   Mulanya Wi-Fi diperuntukkan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Lokal (LAN) dalam ruangan, saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Pada dasarnya, Bluetooth dan Wi-Fi sama-sama berjalan di sinyal radio pada rentang frekuensi 2.4 Gigahertz.

   Namun, Bluetooth menggunakan spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi menggunakan direct sequence spread spectrum (DSSS). Dalam penggunaan frekuensi radio, DSSS bertolak belakang dengan SSFH, yang mana SSFH berpindah frekuensi dengan sangat cepat dalam membawa data, sedangkan DSSS hanya menggunakan beberapa rentang frekuensi.

   Maka dari itu data yang dikirim melalui Wi-Fi lebih stabil dan lebih cepat dari Bluetooth. Meskipun demikian, penggunaan daya Wi-Fi sepuluh kali lipat lebih tinggi dari Bluetooth. Selain itu sifatnya yang menggunakan frekuensi stabil, Wi-Fi rentan terhadap pembajakan bandwidth.