Apakah
fasilitas wireless charging pada smartphone kurang menarik? Nyatanya Intel
sekarang sedang mengembangkan ekosistem wireless charging. Intel berencana
mengintegrasikan solusi wireless charging pada notebook, ultrabook, PC desktop,
dan lainnya sehingga pengguna nantinya dapat mengisi ulang baterai smartphone
mereka dengan mendekatkannya ke PC atau notebook yang sedang dipakai.
Caranya,
pengguna menjalankan software pengaktif wireless charging pada komputer mereka
dan meletakkan smartphone tersebut di sampingnya (dengan jarak sekitar 1 inci).
Sambil bekerja di komputer, pengguna mengisi ulang baterai smarphone mereka.
Guna mewujudkan
rencananya tersebut, Intel telah menunjuk Integrated Device Technology (IDT)
untuk mengembangkan chipset untuk modul wireless charging. Chipset tersebut
natinya dapat dipakai pada modul transceiver (pada komputer) dan reciever (pada
smartphone atau peranti lain).
Dengan chipset
ini, menurut IDT akan ada efisiensi biaya karena pengurangan jumlah komponen
elektronik pada modul wireless charging. Sebenarnya teknologi yang
digunakan wireless charging bukanlah temuan baru. Teknologinya sama dengan yang
digunakan pada dinamo pembangkit listrik atau transformator penaik/penurun
tegangan.
Semua perangkat tersebut sama-sama menggunakan hukum Fisika, yaitu bila suatu
kumparan kawat dialiri listrik maka akan timbul medan magnet. Sebaliknya, bila
suatu kumparan dikenai dengan medan magnet, maka akan timbul aliran listrik
pada kawat kumparan.
Dengan cara yang sama, charger yang berupa kumparan dialiri listrik. Sehingga
timbul medan magnet di sekitarnya. Medan magnet ini mengenai kumparan yang
telah dipasang di bagian belakang smartphone.